Tato Tante Tuti
March 22, 2007
Akhirnya, seperti yang telah diperkirakan oleh para analis dunia asmara, cinta Barjo berbalaskan hampa. Kekasihnya, Sri Lestari, lebih memilih untuk membina rumah tangga dengan pelaut asal Madura.
Barjo kesal. Ia mengeluarkan handphone-nya dan mengirim pesan SMS ke kerajaan langit. Ia tulis : CUKUP!!! JGN KAU KIRIM LAGI PETAKA BERNAMA CINTA ITU!!!
Di atas gedung pencakar langit, Barjo merenungi nasibnya, Barang kali setelah itu, ia akan bunuh diri. Ahhh…semoga saja tidak.
JREEEENGGG…..nada sms berbunyi dari HP barjo. Ia tengok pesan dalam sms itu. SORRRY-MENYORI BOS ANDA SALAH KIRIM. INI DINAS KEBERSIHAN KERAJAAN LANGIT BUKAN DINAS ASMARA. BTW, PUNYA NOMORNYA EVA ARNAZ? BLS, GA PKE LAMA!!!
Setan!!! Rasa kesal itu makin membetot kepala Barjo. Ia kemudian melangkah, berlari entah kemana. mengikuti arah angin.
dalam pelarian itu barjo bertemu dengan perempuan yang kemudian dikenal bernama tuti, tepatnya tante tuti.
tante tuti berparas aduhai, lelaki mana yang tak tergoda olehnya harus menanyakan kejantanannya. Termasuk Barjo. dalam keadaaan sakit hati kejantanannya tertantang. Barjo panas, tante tuti panas. keduanya lalu berpanas-panasan di WC Umum sebuah terminal.
Tak disangka, keduanya dipergoki oleh Satpol PP yang kemudian lari tunggang langgang sambil berteriak….
GAWATTTTT. TANTE TUTI BERCINTA
GAWAAAAAT. ADA YANG BERCINTA DENGAN TANTE TUTI
GAWWWWAT. TATO TANTE TUTI BISA BANGKIT
GAAAAAAAAAWWWWWWWAAAAAAATTTTTT!!!!!
begitulah. kisahnya seperti ini. dahulu, di belahan gunung utara, suami tante tuti sering semedi. satu minggu sekali dalam satu bulan. Menurut kisah dari seorang juru tulis, suami tante tuti melakukan itu agar mereka dapat anak. padahal mereka sudah menikah lebih kurang 9 kali lebaran.
suatu hari, ketika bersemedi, tante tuti maen gila sama seorang pamong desa, dan suami tante tuti dapat bocoran ceritanya. Suami tante tuti kesal. anak ga dapat, istri maen gila.
Maka, ia berniat menghukum tante tuti yang sudah pasrah mau diapakan saja asal tidak dicerai. maka sebagai hukumannya tante tuti harus bersedia di tato oleh suaminya. Masyarakat kala itu bingung, kok suami tante tuti malah mentato tante tuti bukan menceraikannya atau mungkin mengusirnya dari rumah…entahlah, orang yang patah hati memang ada saja kelakuannya.masyarakat pun mafhum.
tato itu pun selesai. gambarnya sampai sekarang masih misterius. Tak ada yang tahu, kecuali tante tuti dan suaminya. Yang pasti selesai mentato suami tante tuti wafat. Innalillahi!
tapi, masyarakat menemukan wasiat yang ditulis suami tante tuti sebelum wafat.
SAYA TINGGALKAN ISTRI TERCINTA SAYA BERNAMA TUTI DAN TATONYA. BARANG SIAPA YANG BERCINTA DENGAN TUTI SETELAH TATO DI DADANYA DIBUAT MAKA DAERAH INI AKAN TERTIMPA BENCANA HEBAT. SAYA AKAN SEGERA MEMBERITAHUKAN GAMBAR TATO DI DADA TUTI. TATO ITU BERGAMBAR….AHHHHHH SAMPAI JUMPA LAGI DI AKHERAT!!!
Begitulah, sebelum sempat menuliskan gambar tato itu, suami tante tuti keburu game over. tato itu masih misterius sampai sekarang…
begitulah ceritanya, cinta barjo pada sri lestari tak hanya membawa malapetaka pada jiwa barjo sendiri tapi juga mengancam stabilitas daerah yang tidak mau disebutkan namanya itu. kenyataannya kemudia barjo telah bercinta dengan tante tuti…tante tuti telah bercinta dengan barjo. Malapetaka itu akan datang….
masyarakat di daerah yang tak mau disembunyikan namanya itu telah eksodus ke daerah tetanganya. sumpah serapah telah mereka alamatkan pada barjo dan tante tuti. suatu hari jika hari memang keadaan telah tenang mereka berjanji akan mengusir tante tuti dari daerah mereka. itu lah hasil rapat mereka sebelum gerakan eksodus itu.
Kini di daerah yang tak mau disebutkan namanya itu hanya tinggal barjo dan tante tuti yang sedang mabuk asmara di dalam metromini yang terparkir dalam terminal.
"tato mu bagus sekali, bikin dimana?" tanya barjo
"di Blok M," jawab tante tuti. Astaga dia berbohong
"bagus sekali. Tapi akau memang selalu suka dengan gambar…"
sebelum melanjutkan menyebutkan gambar tato itu, tante tuti memotong omongan barjo. Ia sumbat mulut barjo dengan tangannya. (Ahhhh, gambar itu lagi-lagi tetap misterius….harusnya barjo cepat menyebutkannya tadi).
tante tuti mendengar suara aneh dari langit. Ia mengira-ngira inilah awal dari malapataka yang disebutkan dalam wasiat suaminya.
Barjo melihat gelagat aneh…
"ada Apa sayanng?
"Pssst…." tante tuti beri isyarat barjo untuk tetap diam
"kenapa sih?"
"pssstttt"
"sebenarnya ada apas sih?"
"pokoknya diam…"
dalam keheningan itu, sms barjo bunyi.
BOS,MANA NOMORNYA EVA ARNAZ?
Tante tuti penasaran dengan isi sms barjo
"Sms dari siapa sih tengah malem gini?"
"orang gila!!!"
lalu suara dari langit makin mendekati daerah yang tak mau disebutkan namanya itu. tante tuti merasa dalam badannya ada yang bergerak. ia coba untuk menahan kekuatan aneh dari dalam tubuhnya itu. cahaya kuning menjelma di seluruh badan metromini. dari dada tante tuti bangkitlah tatonya.
barjo masih asik membalas sms dari dinas kebersihan kerajaan langit.
NOMOR EVA ARNAZ GUA GA PUNYA NANTI GUA TANYA TEMEN
Tato itu telah bangkit. dan barjo tak melihatnya. dan tato berkuasa diatas langit daerah yang tak mau disebutkan naamnya itu. dalam pada itu barjo melihat tante tuti yang pulas tidur.
"waktunya pulang," gumam barjo dalam hati. setelah beri kecupan lembut pada kening tante tuti, Ia pun melangkah pulang dengan hati yang telah lupa dengan sakitnya karena sri lestari.
ia bersiul, bersenandung, melupakan semuanya termasuk tato tante tuti yang sedang marah diatas langit.
begitulah kalau hati sedang girang….
tato tante tuti masih menunggu kedatangan warga kembali ke daerah yang tak mau disebutkan namanya. entah sampai kapan…..
********* *********** ******************
begitulah, hari itu saya membacakan cerita itu di hadapan engkong sobri, koh taslim dan hansip aceng.
"nanti akan gua kasih lu cerita cinta hebat sepanjang masa," kata engkong sobri.
koh taslim dan hansip aceng ternyata dari tadi tidak mendengarkan saya. mereka lebih memilih bermain catur.
"tapi nanti, yang pasti tidak sekarang," kata engkong sobri seraya bangkit dari duduknya melangkah pulang.
"kemana kong," tanya koh taslim
"pulang. gua masuk angin!!!"
Demokrasi Flinstone
March 19, 2007
Suatu hari, di kelas kuliah saya, ada teman yang tunjuk tangan untuk bertanya pada Saeful Mujani yang kebetulan menjadi dosen hari itu. Ada yang aneh pada pertanyaan dia hari itu. Biasanya kalau anak ini bertanya teman-teman akan berdecak kesal karena pertanyaannya terlalu ngolor-ngidul kemana-mana hingga ga jelas apa yang mau ditanyakan.
hari itu, justru terbalik. teman-teman kelas serentak bertepuk tangan atas pernyataan sekaligus pertanyaannya. Dari pertanyaannya ia menganalisis prilaku politikus tanah air yang sangat tradisionil namun justru terjadi ketika jaman sudah modern. Misalnya, untuk memenangi pilkada tak jarang politikus memakai tak hanya jasa dari konsultan politik tapi juga dari konsultan ahli terawang alias dukun.
Maka sampailah teman saya pada pernyataan bahwa demokrasi di Indonesia itu mirip film kartun flinstone. Dalam film kartun ini memang ada instrumen modern seperti mobil tapi dibuat dari batu sebagai alat penting jaman prasejarah itu. Dengan Demikian, teman saya itu berkesimpulan demokrasi di Indonesia adalah demokrasi flinstone.
Jakarta sedang menunggu pilkada. konstelasinya nampaknya hanyalah pertarungan antara Fauzi Bowo dan Adang Darajatun. Fauzi didukung oleh koalisi besar sedang adang hanya didukung oleh PKS.
Koalisi besar yang mengusung Fauzi Bowo berharap hasil survei yang kerap kali memenangkan Fauzi terbukti pada Pilkada nanti. Konon, mereka mencalonkannya berdasarkan survei itu. Fauzi menjadi begitu seksi dimata koalisi besar itu.
Apa sih yang telah dilakukan Fauzi hingga ia begitu terlihat seksi dan layak jadi Gubernur DKI?
Selama ini Fauzi hanya berada di bewah ketiak Bang Yos. Kalau memang ia dianggap bisa menjadi pembisik setia segala kebijakan bang yos, maka bisikan tak ada bedanya dengan bisikan iblis.
Lihat saja kebijakan basmi kaki lima. Jakarta Macet. jakarta Tidak aman. Jakarta sarat polusi and last but not least…JAKARTA DAERAH TERKORUP. yang terbaru adalah proyek waterway yang akan menghilangkan recehan yang didapat penduduk di daerah itu akibat pembersihan.
Jadi apa seksinya Fauzi Bowo kalau gitu. Selaku ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) ia tak ada giginya sama sekali kecuali menunggangi papan iklan BNN untuk kampanye. bayangkan, dananya dari kas negara, tapi yang menangguk keuntungan adalah fauzi bowo, calon gubernur incombent yang kalau ditanya soal mundur tidaknya dia dari wagub DKI karena maju jadi calon gubernur selalu risih.
"kalau bersih kenapa harus risih?" kan begitu kata iklan Bank Indonesia.
Kalau memang Fauzi dicalonkan oleh sejumlah parpol besar untuk jadi gubernur hanya karena ia lama jadi PNS dan sering menang di survei dan bukan karena program konkretnya atau aksi politiknya yang lurus disinilah letak prilaku yang sangat primitif itu.
Parpol kemudian hanya berpikir bagaimana memenangkan pilkada bukan menekankan bagaimana mewujudkan masyarakat yang paham politik serta mendapatkan informasi yang jelas demi partisipasi politiknya sebagai warga negara.
Inilah saya kira semangat yang harus ditanamkan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berperadaban dalam demokrasi bukan justru mengembang biakkan praktek demokrasi flinstone ala teman saya itu.
P.S:
saya tidak membedah adang darajatun bukan berarti saya anggap sosoknya yang pantas jadi Gubernur DKI tapi karena saya hanya menyorot betapa koalisi yang dibangun oleh sejumlah partai besar kontekstual dengan demokrasi flinstone yang dikemukakan teman saya itu
Bajaj (bukan) Bajuri
March 11, 2007
Konon, cerita bisa lahir dari segala macam situasi, termasuk di lampu merah. cerita di setiap lampu merah adalah cerita menghindari posisi saya dan motor sang motor dari pantat bajaj. knalpotnya yang selain berisik juga memuntahkan asap yang aje gile. kalo sudah kejebak di belakangnya, saya selalu bergumam dalam hati…duh kenapa musti ada dibelakang dia sih…brengsekkkk!!! begitu lampu hijau saya akan cepat-cepat melewatinya kemudian bergumam dalam hati…S-L-S (maksudnya: so long sucker!!!!)
Bajaj adalah irama transportasi jakarta. sebagai irama maka ada saja penikmatnya, entah itu pengemudi dan keluarganya yang menuai rejeki darinya atau penumpang sebagai pelanggan sejati. tapi sebagai sebuah irama, ada juga yang cuihhh amit-amit dengan kendaraan asal India ini. sebagaimana ada juga yang cuihhh amit-amit dengan irama dangdut, thraz, rock bahkan jazz. saya mungkin masuk kategori yang terakhir.
Saya suka merenung, apa saya salah jika saya mengambil sikap cuihh amit-amit dengan bajaj. akhirnya saya kumpulkan beragam alasan sebagai bentuk apologi sikap saya itu.
pertama, bajaj itu menyebabkan dua polusi, udara dan suara.
kedua, lampu sen sudah tidak beroperasi hingga kalau mau belok kanan atau kiri pengendara lain tidak akan tahu. Bahkan, menurut sohibul hikayat, Tuhan pun tak tahu kemana bajaj akan berbelok. Jelas Ini sangat berbahaya, bukan saja untuk kasus kecelakan lalu lintas tapi juga demi stabilitas negeri langitan. (Masya Allah bajaj, Anda dosa besar, bakalan masuk neraka ente. Tobat!!!)
Ketiga, Bajaj sudah tak sesuai lagi untuk hidup di masyarakat yang doyan mengusung orkestra modernitas.
terakhir, bajaj bisa dijadikan kendaraan para teroris untuk melakukan aksi terornya setelah sistim pengamanan pesawat amat ketat dan mobil box banyak yang dicurigai. tentu saja ini berlebihan tapi namanya juga sedang melakukan pembenaran, alasan apa pun terasa halal..
Tapi….ini yang bikin saya berpikir ulang. berapa banyak keluarga yang bisa makan dari bajaj.
tapi…lagi-lagi saya punya alasan yang mudah-mudahan cukup kuat. Para pengemudi bajaj itu sebagian besar sewa pada pengusaha bajaj. sama seperti kebanyakan tukang ojek dan becak. Jadi sudah sepatutnya kita menyalahkan pengusaha bajaj karena tidak melakukan peremajaan armada. iya dong…mereka kerjaannnya jangan hanya ngejar-ngejar remaja putri dalam bajaj. bukan begitu bukan…
"ente ngomong enak aja, ente mau modalin tuh pengusaha bikin bajaj baru," ini engkong sobri yang ngomong ketika saya membacakan pernyataan sikap saya atas masih beredarnya bajaj di Ibu Kota.
Ah, engkong sobri selalu tidak setuju dengan saya.
"kan bisa minjem kong ke bank, jaminannya apa aja kek, anak perawannya bila perlu, dari pada digondol penyamun mending dibuat jaminan ke para direktur bank," kata saya, tentu saja dalam hati, bisa marah sih engkong kalau denger. Dasar anak muda jaman sekarang, tak punya pekerti, tak ada sopan santun, ngomong ga pake diayak, and the bre….and the bre…and the bre…
okeh kong…kalo gitu. ini pasti salahnya Bang Yos. Selaku gubernur DKI ternyata ia tidak becus memecahkan persoalan tranportasi ibu kota.
"saya setuju sama kamu, jangan hanya busway yang dipikirin, bajaj juga harus dipikirin. Sutiyoso itu sontoloyo!!!" kata engkong Sobri berapi-api. maksud saya ngomong sambil ngusap-ngusap api rokok yang jatuh di atas sarungnya.
walhasil, jika melihat bajaj, saya jadi teringat kata engkong sobri soal siapa yang berhak diberi gelar sontoloyo.
"udah gau mau pulang, mau nonton si bajuri ama bajajnya," kata engkong sobri sambil berlalu.
terima kasih kong. titip salam buat oneng…