Bajaj (bukan) Bajuri
March 11, 2007
Konon, cerita bisa lahir dari segala macam situasi, termasuk di lampu merah. cerita di setiap lampu merah adalah cerita menghindari posisi saya dan motor sang motor dari pantat bajaj. knalpotnya yang selain berisik juga memuntahkan asap yang aje gile. kalo sudah kejebak di belakangnya, saya selalu bergumam dalam hati…duh kenapa musti ada dibelakang dia sih…brengsekkkk!!! begitu lampu hijau saya akan cepat-cepat melewatinya kemudian bergumam dalam hati…S-L-S (maksudnya: so long sucker!!!!)
Bajaj adalah irama transportasi jakarta. sebagai irama maka ada saja penikmatnya, entah itu pengemudi dan keluarganya yang menuai rejeki darinya atau penumpang sebagai pelanggan sejati. tapi sebagai sebuah irama, ada juga yang cuihhh amit-amit dengan kendaraan asal India ini. sebagaimana ada juga yang cuihhh amit-amit dengan irama dangdut, thraz, rock bahkan jazz. saya mungkin masuk kategori yang terakhir.
Saya suka merenung, apa saya salah jika saya mengambil sikap cuihh amit-amit dengan bajaj. akhirnya saya kumpulkan beragam alasan sebagai bentuk apologi sikap saya itu.
pertama, bajaj itu menyebabkan dua polusi, udara dan suara.
kedua, lampu sen sudah tidak beroperasi hingga kalau mau belok kanan atau kiri pengendara lain tidak akan tahu. Bahkan, menurut sohibul hikayat, Tuhan pun tak tahu kemana bajaj akan berbelok. Jelas Ini sangat berbahaya, bukan saja untuk kasus kecelakan lalu lintas tapi juga demi stabilitas negeri langitan. (Masya Allah bajaj, Anda dosa besar, bakalan masuk neraka ente. Tobat!!!)
Ketiga, Bajaj sudah tak sesuai lagi untuk hidup di masyarakat yang doyan mengusung orkestra modernitas.
terakhir, bajaj bisa dijadikan kendaraan para teroris untuk melakukan aksi terornya setelah sistim pengamanan pesawat amat ketat dan mobil box banyak yang dicurigai. tentu saja ini berlebihan tapi namanya juga sedang melakukan pembenaran, alasan apa pun terasa halal..
Tapi….ini yang bikin saya berpikir ulang. berapa banyak keluarga yang bisa makan dari bajaj.
tapi…lagi-lagi saya punya alasan yang mudah-mudahan cukup kuat. Para pengemudi bajaj itu sebagian besar sewa pada pengusaha bajaj. sama seperti kebanyakan tukang ojek dan becak. Jadi sudah sepatutnya kita menyalahkan pengusaha bajaj karena tidak melakukan peremajaan armada. iya dong…mereka kerjaannnya jangan hanya ngejar-ngejar remaja putri dalam bajaj. bukan begitu bukan…
"ente ngomong enak aja, ente mau modalin tuh pengusaha bikin bajaj baru," ini engkong sobri yang ngomong ketika saya membacakan pernyataan sikap saya atas masih beredarnya bajaj di Ibu Kota.
Ah, engkong sobri selalu tidak setuju dengan saya.
"kan bisa minjem kong ke bank, jaminannya apa aja kek, anak perawannya bila perlu, dari pada digondol penyamun mending dibuat jaminan ke para direktur bank," kata saya, tentu saja dalam hati, bisa marah sih engkong kalau denger. Dasar anak muda jaman sekarang, tak punya pekerti, tak ada sopan santun, ngomong ga pake diayak, and the bre….and the bre…and the bre…
okeh kong…kalo gitu. ini pasti salahnya Bang Yos. Selaku gubernur DKI ternyata ia tidak becus memecahkan persoalan tranportasi ibu kota.
"saya setuju sama kamu, jangan hanya busway yang dipikirin, bajaj juga harus dipikirin. Sutiyoso itu sontoloyo!!!" kata engkong Sobri berapi-api. maksud saya ngomong sambil ngusap-ngusap api rokok yang jatuh di atas sarungnya.
walhasil, jika melihat bajaj, saya jadi teringat kata engkong sobri soal siapa yang berhak diberi gelar sontoloyo.
"udah gau mau pulang, mau nonton si bajuri ama bajajnya," kata engkong sobri sambil berlalu.
terima kasih kong. titip salam buat oneng…
March 12th, 2007 at 6:44 am
aji gieleee….
man, emang begitu lagi nasib orang yang ‘culun’ kalo naek motor, nasibnya cuma dikentutin bajaj, hehehe
lagiaaannnn, naek motor masa tangannya cuma ditemplokin aja di gas, diputer dong gasnya… goyang kanan dikit, goyang kiri dikit, salip sana, salip sini… lobang jangan dihajar ajeee bos… gimana ente!!!!
kalau begitu bawanya, pasti enggak ada masalah sama bajaj-kan?? beres deh masalah ente bang. tu sopir dan pengusaha bajaj enggak keselek gera2 ente omongin terus, dan ente juga bisa sampe tujuan lebih cepat, bagus-bagus kalo sering latihan bisa jadi sembalap, hehehehe