Sepak bola, LSI dan Tuhan
June 9, 2008
Bagi saya, pertandingan tadi malam
antara Prancis versus Rumania dalam laga Euro 2008 adalah
pertandingan yang sangat membosankan. Kedua tim memainkan nada
permainan yang sangat datar.
Sepanjang pertandingan, saya berada
dalam kegalauan memegang remote televise. Antara harus zapping
sana-sini untuk pindah channel atau tetap memelototi lapangan hijau,
dengan harapan ada gol yang saya pergoki. Nyatanya, tidak satu pun
gol tercipta sepanjang dua kali empat puluh lima menit. Hiburan pun
terasa hambar.
Sejenak saya berpikir, barang kali
lembaga survei seperti LSI (mau yang versi Saiful Mujani atau Deni
JA) bisa berperan pada kasus pertandingan sepakbola. Ini penting,
agar tidak ada waktu terbuang percuma dengan menonton televise karena
permainan yang sangat membosankan itu. 90 menit terbuang percuma bagi
mereka yang punya hobi tidur.
Saya pun berhayal…
Suatu tempo, LSI merilis sebuah survei
partai Final antara Jerman versus Belanda euro 2008, satu hari jelang
pertandingan dua musuh bebuyutan ini.
“Jerman menang 2-1 atas Belanda
dengan sample eror plus minus satu”, demikian hasil survei LSI
Argumen mereka:
Metode kami memadukan konsep ilmu
pengetahuan dengan ilmu terawang. Pemilihan sample kami lakukan
dengan sangat hati-hati dengan asas kredibilitas yang dimiliki para
ahli terawang. Hasil telah survei kami uji berkali-kali, lintas
batas, kelamin dan strata sosial, hasilnya tetap sama:Jerman menang
2-1
Nah, paling tidak, jika hasilnya sudah
ketahuan, masalahnya kemudian percaya atau tidak percaya. Mereka yang
pro Belanda mungkin akan meludahi hasil survei LSI itu. Sebaliknya,
mereka yang pro Jerman akan mempersiapkan ritual menonton tim
kesayangnnya dengan suka cita karena kemenangan sudah di atas
kertasnya LSI. Akibatnya, pilihan menonton televise sebagai media
hiburan menjadi sebuah keniscayaan. Barangkali, pada saat yang sama,
pendukung Belanda jangan berharap hiburan terlalu banyak dari
tayangan televise saat itu karena hanya akan bermandikan air mata.
Paling tidak, LSI kali ini tidak hanya membaca kecenderungan politik
seorang pemilih pada satu arena pilkada saja seperti yang sering
mereka lakukan, namun juga berusaha membaca kecenderungan takdir tuhan.
##### ########## ############## #########################
Hayalan saya pupus saat menyaksikan
Belanda versus Itali pada laga berikutnya dini hari tadi. Belanda bermain
dengan sangat hebat. Itali mereka tekuk dengan skor 0-3.
Pertandingannya begitu menegangkan.
Saya kemudian berpikir untuk menghapus
hayalan saya sebelumnya. Biarlah sebuah pertandingan sepakbola tetap
misterius, agar semuanya tetap tegang.
Tentunya, para pemilik modal akan
sangat setuju dengan hal ini karena yang demikian hanya akan membuat
penonton televise tetap berada di depan layar.
Ahhh, takdir tuhan memang berbau
kapitalis…
Saya hanya bisa beristigfar karena
menuduh yang tidak-tidak…
Ini semua gara-gara kalah taruhan…
Waduh…jadi ketahuan main judi kan…
Ampun Tuhaaaannnnn….
Ciao!!!
Terminal Senja,
Salman Hasky
Leave a Reply